Powered By Blogger

Minggu, 31 Maret 2013

SEJARAH PIALA WINNERS


UEFA Cup Winners' Cup adalah kompetisi sepak bola antar klub yang diikuti oleh para pemenang piala domestik di Eropa. Kompetisi ini pertama kali diadakan oleh panitia penyelenggara Mitropa Cup pada musim kompetisi 1960 - 1961 namun baru diakui oleh UEFA dua tahun kemudian, Piala Winners harus berakhir di musim 1998 - 1999 ketika UEFA memutuskan untuk menggabungkan kompetisi ini dengan Piala UEFA.

Sebelum penghapusannya, Piala Winners dianggap sebagai kompetisi paling bergengsi setelah Piala Champions dan diatas Piala UEFA, meskipun banyak komentator sepak bola menilai bahwa Piala Winners relatif lebih mudah untuk dimenangkan dibandingkan dua kompetisi mayor UEFA lainnya namun pada kenyataannya tak ada satupun klub yang mampu mempertahankan gelar Piala Winners mereka, termasuk klub-klub besar Eropa seperti FC Barcelona, Arsenal, AC Milan dan Manchester United.

Sejak tahun 1972 Juara Piala Winners dan Juara Piala Champions diadu untuk memperebutkan gelar Piala Super Eropa, kini hak untuk bertanding di Piala Super Eropa diberikan kepada juara Europa League (dulu disebut UEFA Cup).

Sejarah Piala Winners
Sukses yang diraih oleh Piala Champions Eropa dan Piala Fairs mengundang pemikiran tentang Suatu turnamen baru dengan format berdasarkan format Piala Champions namun dengan peserta para juara piala nasional.
Penyelanggaraan Piala Winners perdana di musim 1960 - 1961 tidak disambut antusias oleh klub top Eropa karena dua alasan ; pertama karena pada saat itu tidak semua negara Eropa memiliki kompetisi piala domestik, kedua karena pada dasarnya piala domestik kurang bergengsi jika dibandingkan dengan liga.
Banyak yang skeptis tentang kelanjutan kompetisi ini karena banyak klub besar yang memenuhi syarat, menolak untuk ikut serta diantaranya juara Copa del Rey, Atlético Madrid dan Juara Coupe de France AS Monaco.

Fiorentina Menjuarai Winners Cup Edisi Pertama
Akhirnya turnamen perdana hanya diikuti 10 klub tetapi setiap pertandingan umumnya ditonton dan direspon baik oleh masyarakat dan media. Sehingga dimusim kedua UEFA mengambil alih pengelolaan semua aspek kompetisi dan hasilnya semua klub yang memenuhi syarat bersedia untuk berpartisipasi di Piala Winners.
Sejak tahun 1968, semua negara anggota UEFA telah memiliki kompetisi piala domestik sendiri, hal ini semakin memantapkan posisi Piala Winners sebagai kompetisi antar klub paling bergengsi kedua di Eropa.
Bubarnya Piala Winners Eropa
Setelah pembentukan Liga Champions (sebelumnya disebut Piala Champion) pada awal 1990an, gengsi Piala Winners mulai menurun.
Apalagi sejak tahun 1997 UEFA memberikan jatah lebih bagi negara-negara kuat untuk tampil di Liga Champions.
Bersamaan dengan penambahan peserta Liga Champions, UEFA juga menambah peserta Piala Winners dari 32 menjadi 64 namun hal ini tidak mampu mendongkrak gengsi Piala Winners. Banyak tim besar yang menurut regulasi lama harusnya berkompetisi di Piala Winners sejak berlakunya regulasi baru berhak tampil di Liga Champions.
Sehingga di setiap musimnya Piala Winners hanya diikuti satu atau dua tim besar saja, hal ini membuat respon masyarakat semakin berkurang dan memaksa UEFA untuk mereformasi kompetisi mereka dengan cara menggabungkan Piala Winners dan Piala UEFA.
Data & Fakta Piala Winners:
Didirikan | 1960
Dihapus | 1999
Benua | Eropa (UEFA)
Peserta | 32 (putaran pertama)
Juara edisi pertama | Fiorentina - Italia
Juara edisi terakhir | Lazio - Italia
Klub tersukses FC | Barcelona ( 4 gelar )

Manchester Air Disaster


Tragedi Muenchen terjadi di bandar udara Munich-Riem, München, Jerman pada tanggal 6 Februari 1958. Kecelakaan terjadi ketika British European Airways Penerbangan 609 jatuh pada usaha ketiganya untuk lepas landas dari kubangan lumpur yang menyelimuti landasan. Di dalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar kala itu , dijuluki "Busby Babes", bersama dengan sejumlah pendukung dan wartawan. 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan. Yang terluka, beberapa di antaranya sudah tak sadarkan diri, dibawa ke Rumah Sakit Rechts der Isar di Munich di mana 3 orang meninggal, sehingga yang selamat hanya 21 orang. 

Tim dalam perjalanan kembali dari sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade, tetapi harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar, sebagai akibat dari perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester, yang di luar batas kemampuan jangkauan pesawat sekelas Airspeed Ambassador. Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin. Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya.


Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan. Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek. Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin. Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.

Sebuah penyelidikan oleh pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata. Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas. Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.


Tragedi tersebut menjadi bencana paling kelam dalam sejarah MU. Maka, MU selalu mengenangnya. Dan, 6 Februari 2008 lalu adalah tepat 50 tahun bencana yang sering disebut Tragedi Munich itu.

Itu juga menjadi tragedi nasional bagi Inggris. Maka, pada pertandingan persahabatan antara timnas Inggris lawan Swiss di Wembley, 6 Februari 2008, semua pemain menyempatkan hening sejenak mengenang para korban kecelakaan itu, sekaligus mengirim doa.

Namun, kontroversi sempat merebak kala MU melawan rival sekota Manchester City pada 10 Februari 2008. MU meminta semua hening semenit untuk mengenang tragedi itu, tapi sebagian suporter Man. City menolak dan mengancam akan mengganggu.6 Februari 1958.

Yang pasti, tragedi itu menjadi mimpi terburuk MU. Maka, klub itu membuat acara meriah pada peringatan 50 tahun Tragedi Munich. Gambar tim Busby Babes menghiasi Stadion Old Trafford. Berbagai selamatan juga dilakukan.

Untuk mengenang peristiwa ini maka dibuat plakat dan jam yang menunjukkan waktu kejadian tragedi tersebut.

Para Korban yang Tewas

  • Kaptain Kenneth "Ken" Rayment, kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu setelahnya di rumah sakit setelah mengalami gegar otak)
  • Tom Cable, pramugara
  • Geoff Bent
  • Roger Byrne
  • Eddie Colman
  • Duncan Edwards (selamat dari kecelakaan, tapi meninggal 15 hari kemudian)
  • Mark Jones
  • David Pegg
  • Tommy Taylor
  • Liam "Billy" Whelan
  • Walter Crickmer, sekretari klub
  • Tom Curry, trainer
  • Bert Whalley, kepala pelatih
Wartawan dan Jurnalis
  • Alf Clarke, Manchester Evening Chronicle
  • Donny Davies, Manchester Guardian
  • George Follows, Daily Herald
  • Tom Jackson, Manchester Evening News
  • Archie Ledbrooke, Daily Mirror
  • Henry Rose, Daily Express
  • Frank Swift, News of the World (juga mantan kiper Inggris dan Manchester City; meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit)
  • Eric Thompson, Daily Mail
Penumpang lain
  • Bela Miklos, agen perjalanan
  • Willie Satinoff, supporter, dan teman dekat Matt Busby

Sejarah United Indonesia

Jika membicarakan Manchester United sudah pasti nama United Indonesia sebagai fans club Manchester United yang ada di Indonesia menjadi yang terdepan teringat oleh kita sebagai fans Manchester United di Indonesia.
Sejak didirikan pada tanggal 20 Agustus 2006, United Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan signifikan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah member yang terus meningkat diiringi dengan meningkatnya basis fans United yang dikoordinir oleh United Indonesia di seluruh daerah Indonesia yang dikenal dengan sebutan chapter United IndonesiaUnited Indonesia telah berkembang menjadi sebuah komunitas utama dan terbesar fans Manchester United di Indonesia, kini United Indonesia telah mempunyai chapter di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Balikpapan, Medan, Bali, Palembang, Solo, Bogor, Semarang, Makasar, dan tentunya kota-kota lain pun akan menyusul dengan segera!

Sejarah Champions League

Kumpulan Sejarah - Liga Champions adalah kejuaraan antarklub sepak bola tahunan antara klub-klub sepak bola tersukses di Eropa, dan sering dianggap sebagai trofi tingkat klub yang paling prestisius di Eropa.

Juara bertahan Liga Champions UEFA saat ini adalah Barcelona yang berhasil mengalahkan juara bertahan Manchester United 2-0.

Liga Champions berawal satu bulan setelah Kongres UEFA yang pertama kali yaitu di Wina, Austria tanggal 2 Maret 1955. Namun anehnya kejuaraan antar klub Eropa ini bukanlah inisiatif yang datang langsung dari UEFA.


Perancis sebagai pendiri
Banyak dari para pendiri UEFA yang lebih tertarik untuk membangun sebuah kompetisi yang diikuti tim sepakbola nasional mereka. Namun dari wartawan sebuah harian olahraga Prancis-lah, L-Equipe yaitu Gabriel Hanot dan rekannya Jacques Ferran yang mempunyai sebuah gagasan tentang sebuah sistem turnament yang diikuti oleh klub-klub Eropa.

Rekaman Pertandingan
Turnamen pertama kali yang diadakan tidak menetapkan tim yang berpartisipasi haruslah juara kompetisi di negara masing-masing melainkan tim yang diundang dengan fans atau pendukung tertinggi. Turnamen pertama kali diikuti oleh perwakilan 16 klub yang diundang pada tanggal 2 dan 3 April 1955, sekaligus telah disetujuinya sebuah aturan yang bulat tentang turnamen ini. Untuk pertama kali Turnament Kejuaraan antar Klub Eropa ( European Champions Clubs' Cup ) digelar di Lisbon mempertemukan Sporting Clube dari Portugal melawan FK Partizan dari Yugoslavia yang berkesudahan 3 - 3. Pada putaran kedua yang digelar di Belgrad, FK Partizan menang 5 - 2 yang memberikan keuntungan bagi mereka untuk melangkah ke babak selanjutnya.

Dominasi Real Madrid
Real Madrid seakan membuat turnament ini seperti milik mereka sendiri dengan memenangkan 5 (lima) final pertama berturut-turut. Sejak saat itu klub-klub lain juga melengkapi kesuksesan mereka dengan merebut gelar ini lebih dari satu kali seperti AFC Ajax dan FC Bayer Munchen yang telah memenangkan gelar ini tiga kali berturut-turut. Namun, tidak ada satu klub pun yang mampu mendominasi kejuaraan ini dalam waktu yang panjang. Ajax menunggu 22 tahun untuk melengkapi gelar keempat mereka yang diperoleh pada awal tahun 1970-an; Madrid memenangkan kembali gelar ini tahun 1998 setelah menunggu selama 32 tahun; dan Munchen memenangkan tendangan penalti pada partai final di Milan tahun 2001 untuk melengkapi gelar keempat mereka setelah menunggu selama 26 tahun.

Kesuksesan Liverpool
Liverpool FC memenangkan empat gelar ini dalam kurun waktu 1977 s/d 1984 dan pantas disebut sebagai klub asal Inggris yang paling sukses dalam ajang ini. Liverpool FC kembali bersinar pada Final 2005 ketika membalikkan keadaan setelah tertinggal 3 - 0 dari AC Milan dan kemudian memenangkan adu tendangan penalti 2 - 3.

Yang Berjaya
Real Madrid CF dan AC Milan adalah dua tim yang sukses merebut gelar sebanyak 3 ( tiga ) kali setelah kejuaraan ini berubah menjadi format kompetisi. Madrid juga tim yang paling sukses dengan menggondol 9 ( sembilan ) gelar secara keseluruhan, diikuti Milan dengan 7 ( tujuh ) gelar , Liverpool dengan 5 ( lima ) gelar dan 4 ( empat ) gelar masing-masing oleh Bayern dan Ajax. Madrid juga memegang rekor terbanyak tampil di final, yaitu 12 kali. Milan di tahun 2002/2003 meraih sukses setelah menjalani 19 pertandingan mulai dari babak 3 kualifikasi hingga ke final dengan mengalahkan tim satu negara Juventus lewat drama adu penalti.

Perubahan Format Kompetisi
Kejuaraan ini mengalami evolusi dengan perubahan yang mendasar di season 1992/1993 ketika Liga Champions UEFA menambah babak prelimenary untuk melengkapi menjadi 32 tim yang masuk babak pertama ( first round ) dengan memakai sistem knock out dan menyusut menjadi 16 tim di babak kedua ( second round )yang juga sama memakai sistem knock out, kemudian didapat 8 tim di babak ketiga ( third round )yang dibagi menjadi 2 group dengan sitem round robin yang tiap tim menjalani pertandingan setiap Selasa dan Rabu di seluruh Eropa.

Berikut pemegang trophy Liga Champions dari tahun ke tahun :
• 2012 - 2013 Chelsea
• 2010 - 2011 Inter Milan
• 2008 - 2009 FC Barcelona
• 2007 - 2008 Manchester United FC
• 2006 - 2007 AC Milan
• 2005 - 2006 FC Barcelona
• 2004 - 2005 Liverpool FC
• 2003 - 2004 FC Porto
• 2002 - 2003 AC Milan
• 2001 - 2002 Real Madrid CF
• 2000 - 2001 FC Bayern München
• 1999 - 2000 Real Madrid CF
• 1998 - 1999 Manchester United FC
• 1997 - 1998 Real Madrid CF
• 1996 - 1997 BV Borussia Dortmund
• 1995 - 1996 Juventus
• 1994 - 1995 AFC Ajax
• 1992 - 1993 Olympique de Marseille
• 1991 - 1992 FC Barcelona
• 1990 - 1991 FK Crvena Zvezda
• 1989 - 1990 AC Milan
• 1988 - 1989 AC Milan
• 1987 - 1988 PSV Eindhoven
• 1986 - 1987 FC Porto
• 1985 - 1986 FC Steaua Bucureşti
• 1984 - 1985 Juventus
• 1983 - 1984 Liverpool FC
• 1982 - 1983 Hamburger SV
• 1981 - 1982 Aston Villa FC
• 1980 - 1981 Liverpool FC
• 1979 - 1980 Nottingham Forest FC
• 1978 - 1979 Nottingham Forest FC
• 1977 - 1978 Liverpool FC
• 1976 - 1977 Liverpool FC
• 1975 - 1976 FC Bayern München
• 1974 - 1975 FC Bayern München
• 1973 - 1974 FC Bayern München
• 1972 - 1973 AFC Ajax
• 1971 - 1972 AFC Ajax
• 1970 - 1971 AFC Ajax
• 1969 - 1970 Feyenoord
• 1968 - 1969 AC Milan
• 1967 - 1968 Manchester United FC
• 1966 - 1967 Celtic FC
• 1965 - 1966 Real Madrid CF
• 1964 - 1965 FC Internazionale Milano
• 1963 - 1964 FC Internazionale Milano
• 1962 - 1963 AC Milan
• 1961 - 1962 SL Benfica
• 1960 - 1961 SL Benfica
• 1959 - 1960 Real Madrid CF
• 1958 - 1959 Real Madrid CF
• 1957 - 1958 Real Madrid CF
• 1956 - 1957 Real Madrid CF
• 1955 - 1956 Real Madrid CF

Juara Terbanyak Liga Champions UEFA


9 - Real Madrid (Spanyol)
7 - AC Milan (Italia)
5 - Liverpool (Inggris)
4 - Ajax Amsterdam (Belanda), Bayern Muenchen (Jerman)
3 - Barcelona (Spanyol), Manchester United (Inggris)
2 - Porto, Benfica (Portugal), Inter Milan, Juventus (Italia),
Nottingham Forest (Inggris)
1 - Aston Villa (Inggris), Glasgow Celtic (Skotlandia),
Red Star Beograd(Serbia), Borussia Dortmund,
Hamburg SV (Jerman), Feyenoord, PSV Eindhoven (Belanda),
Olympique Marseille (Prancis), Steaua Bucharest (Rumania)

Selasa, 26 Februari 2013

10 Selebrasi Gol TerUnik Sepanjang Masa

1. Paul Gascoigne
Saat berlangsungnya Euro 1996 di Inggris, wartawan sempat memergoki Gascoigne pesta miras bersama Teddy Sheringham. Nah, ketika Gazza-sapaan akrab Gascoigne berhasil mencetak gol ke gawang Skotlandia, dia dan Sheringham melakukan selebrasi bak seorang pemabuk.
2. Eric Cantona
Publik tak akan pernah melupakan gol brilian Eric Cantona ke gawang Sunderland pada musim 1996-1997 lalu. Setelah melewati tiga pemain belakang, dia langsung men-chip bola masuk ke mulut gawang. Begitu bola menembus gawang, Cantona hanya diam terpaku Dengan gaya yang Stay Cool.
3. Marco Tardelli
Mencetak gol di ajang Piala Dunia merupakan kebanggaan bagi seorang pemain. Ini juga dirasakan Marco Tardelli di ajang Piala Dunia 1982 silam. Selebrasi yang dilakukan Tardelli cukup unik. Begitu mencetak gol, dia langsung berlari dan meneriakkan namanya sendiri.
4. Stuart Pearce
Publik tak akan pernah melupakan ekspresi kepedihan Stuart Pearce, ketika dia gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo dalam drama adu penalti di Piala Dunia 1990. Tapi, gaya uniknya ketika dia mencetak gol ke gawang Spanyol di perempat final Euro 1996, juga menjadi memori yang sulit untuk terhapus. Begitu tendangannya menembus gawang Spanyol, dia langsung berlari dan membusungkan dada ke arah suporter Inggris.
5. Craig Bellamy
Sebelum Liverpool melawat ke Nou Camp menghadapi Barcelona di ajang Liga Champions, Craig Bellamy sempat bersitegang dengan John Arne Riise di kamp latihan. Kabarnya, Bellamy sempat memukul Riise dengan stik gol. Nah, begitu Bellamy mencetak gol ke gawang Barcelona, dia langsung melakukan selebrasi seorang bak seorang pegolf.
6. Peter Crouch
Postur tubuhnya yang kurus dan jangkung kerap menjadi bahan tertawaan suporter. Tapi, Peter Crouch tak pernah minder. Dia membalas ejekan itu dengan cara yang elegan. Dimana, setelah berhasil mencetak gol, dia melakukan tarian robot. Itu dilakukan ketika Inggris menggelar uji coba lawan Hungaria dan Jamaika.

7. Jurgen Klinsmann
Jurgen Klinsmann punya reputasi buruk ketika masih menjadi pemain. Dia dikenal jago diving. Itu pula yang membuat fans bola Inggris kurang respek ketika Klinsmann memutuskan bergabung dengan Tottenham Hotspur. Nah, ketika Klinsmann mencetak gol lewat sundulan ke gawang Sheffield Wednesday, dia langsung berlari ke arah pendukung Spurs dan pura-pura terjatuh untuk menggambarkan kebiasaan divingnya.
8. Roger Milla
Dunia tak akan pernah melupakan Kamerun dan Roger Milla di Piala Dunia 1990 silam. Milla pantas dikenang karena saat itu usianya sudah menginjak 38 tahun. Toh dia mampu membawa Kamerun lolos perempat final lewat gol penentunya ke gawang Kolombia. Usai mencetak gol penentu, dia langsung berlari ke arah bendera sepak pojok. Di sana dia menyuguhkan tarian perut.
9. Temuri Ketsbaia
Nama Temuri Ketsbaia memang kurang familiar di telinga publik. Tapi, gaya selebrasi mantan bomber Newcastle United ini tergolong unik. Ketika dia mencetak gol ke gawang Bolton Wanderers pada 1999 lalu, dia langsung melepas kostum dan berlari ke arah papan iklan.
10. Facundo Sava
Aksi selebrasi Facundo Sava belakangan kerap ditiru pemain era sekarang, termasuk pemain yang merumput di pentas Liga Indonesia. Bomber Argentina yang membela Fulham itu, akan langsung mengenakan kostum Zorro jika dia berhasil mencetak gol. Kebiasaan itu dia pertahankan selama dua tahun membela Fulham.

10 Kiper Terbaik Sepanjang Masa

1. Lev Yashin (Uni Soviet/Russia)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSEwoeT71yx7OPf7wXaTIVrh2q7Fp21ZNaOySxnrasDeCPuMIVTxzjHZaxrZrE28mNo606FrN5YRx_uBHDs-cnuN3MzoYrW76oBppwcoPdiEa-1xU_HoxLiI3R2zcvnR0oT217HN5H7xdO/s1600/1.jpg
Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar nama ini, karena pemain ini pun sudah meninggal. Ia memiliki refleks yang bagus dan cepat saat menepis bola. Selama berkarir dalam sepak bola, dia juga banyak memenangkan piala. Ia juga telah menepis lebih dari 150 tendangan penalti. Namun, pada tahun 1986 ia mengalami hal yang tragis. Cedera lutut kaki kanannya yang sangat parah, membuat dokter terpaksa mengamputasi kakinya dan empat tahun kemudian ia meninggal setelah mengalami komplikasi dalam pembedahan

2. Gordon Banks (Inggris)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidvLi8qJ4ndRe1vq3yvaARKLngbf2b8C8Viai_3RDpwgKmWG83qgVov6qtdXXxBfoO0qApUC9-zaNE0B1AQjRAYkkdnY6XMhdp9sBypIS3Ez3d-e5dMUVxD9gJZcZtD_mj5DuvYT2wLgH9/s1600/2.jpg
Gordon Banks adalah kiper paling hebat sepanjang masa versi Soccer Blog. Ia membuktikan dengan kemampuannya yang sungguh hebat dengan bakat yang luar biasa. Ia pernah menepis sundulan Pele pada piala dunia 1970 yang sudah 90% hampir masuk. Itu dinobatkan sebagai penyelamatan terhebat sepanjang masa dan Pele sendiri mengakuinya.

3. Peter Schmeichel (Denmark)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirfegixbGCZA5D4nQvlr6FsrPQEoEI6hTh5LtkDp_ugxM8VLBy4MWFAw3cvLffk2PYD7xn1tkSMFN5BzlDTB7zncTiRgHfq2PZfXGGqENT591DgcmF6bxFtEPo41VJV1BDsRboRkqb6d8D/s1600/3.jpg
Peter Schmeichel merupakan kiper terhebat karena karirnya yang sukses dan kemampuannya yang fantastis. Dengan badan tinggi besar, ia membawa Manchester United meraih treble winner pada musim 1997-1998 dan membawa Denmark juara Piala Eropa 1992. Ia pun juga telah mendapat predikat kiper terbaik dunia empat kali pada tahun 1992, 1993, 1997, 1999.

4. Dino Zoff (Italia)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-3MMFGfVimRpJRtDuI3md61F4JqhGrYDPWUygw60UcswBB6QL9PFW11Rm8ECCPJszLNESx95l9dS3BFM7YpZ5s2k63uJhyphenhyphen5bBOSG1FpNCZtRnhPld0AryXSj6tItuhF6GvqSTFx-anuPa/s1600/4.jpg
Dino Zoff adalah salah satu legenda Italia dan Juventus. Ia juga merupakan salah satu kiper yang masih bermain pada saat usia 41 tahun untuk tim nasional dan clubnya. Ia pun telah mepersembahkan 6 gelar Serie A kepada Juventus dan 1 piala dunia kepada tim nasional italia.

5. José Luis Chilavert (Paraguay)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZtsdr7mmojs27lYgM6GZBGVoodS7jFIGZgryjk5yplOf7NOvv0rXV6F8k4tDZsPQ8OGgwmUHlT3iZqe2VfsnN0cziTHSAiOe_olz0j-CV5UmtAnOjgLcozu8cnz-zNK6AggpttRxCMlmO/s1600/5.jpg
José Luis Chilavert mungkin adalah kiper profesional yang paling sering membuat gol. Terbukti dengan 67 gol yang sudah dibuatnya selama berkarir menjadi kiper. Pada tahun 1999, ia memecahkan sejarah dengan mencetak hat-trick pertama yang dilakukan oleh kiper. Dia juga telah mendapat gelar kiper terbaik tahhun 1995, 1997, dan 1998. (kiper apa striker nih)

6. Edwin Van Der Sar (Belanda)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmRHaHR3GOMJzYvCw8wTiXmsMUqOuHirhmd8JfvP1Dk_bruOZHrbiuUon2ybsRDC1IOfZEQN4XLNn7lu_euXgGO-bdfnUg4EzkYB9poWops9Lj0Ob0AWNRtlMY8FQYqYL7qhwMIMoRJ1yy/s1600/6.jpg
Van Der Sar memang salah satu kiper terhebat sepanjang masa. Ia masih bermain sampai umur 40 tahun (musim 2010-2011) untuk membela Manchester United. Bersama Paul Scholes dan Ryan Giggs yang sama-sama sudah tua, mengantarkan MU menjuarai berbagai gelar. Ia menjaga gawangnya dengan tubuh yang tinggi dan tangannya yang panjang.


7. Claudio Taffarel (Brazil)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtA-CXIq0xVxL9b58lMiwrSWm0SYLhA8Ssoh-H6bGLF__m8qKxX0rIiytIrx63w2EafxSbYbJ_KPj4aMV_6YrolnGPDSPz2pFoW3tvCuAm1Sm9UZ4I_4Px2QzmedaTS2eJlUzHnNnsRshe/s1600/7.jpg
Claudio Taffarel dinobatkan sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa karena banyak gelar yang dipersembahkannya kepada tim nasional Brazil. Dengan membawa Brazil menang piala dunia 1994 dan membawa Brazil ke final pada 1998 (walaupun kalah 3-0 oleh Prancis di final) serta ia juga mengantarkan Brazil juara Copa America pada tahun 1989 dan 1997. Selain itu dia juga memiliki skill yang mumpuni sebagai kiper.

8.David Seaman (Inggris)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_GrKBEcO4YQ9gui555OyFJTKtBosUDsVWtWGAeV3gnyeiqvZ__YZHGjjAgiR7R7dYpjYPsNYLwQmevGS8gMX-dNivxRvKJzDCSMapWoPDvsjidN2lagCaCH0U-PPX5l4kOqEUJjky-za/s1600/8.jpg
seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Inggris. Dia pernah membela klub utamanya seperti Peterborough United, Birmingham City, Queens Park Rangers, Arsenal, dan Manchester City. Ia pensiun karena peristiwa naas yang menimpanya yaitu cedera bahu yang tidak bisa sembuh saat membela Manchester City. Ia mendapat penghargaan the MBE di tahun 1977 atas keberhasilannya menjadi kiper terbaik yang pernah membela klub dan Timnas sepak bola Inggris. Di timnas Inggris, dia bermain 75 kali.

9.Gianluigi Buffon
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsPFAVAyzkcRz3QidwP2Jw0LG1jyY3QYu0Awj08mf6bMhhGtWNRigL258ME-AG7KGNs6Q47syjKImjMvWUMUgHzclqQeM2OWPs5Kl_bOGjxX8-G7n-KKPIfhGWvj-IJ1L0CnN8HxUfILZ0/s1600/9.jpg
Kiper yang berpostur 193 Cm ini sering juga di panggil "Superman" karena aksinya di lapangan seperti seorang superman yang terbang untuk menyelamatkan bola-bola yang mengarah ke gawangnya.SuksesItalia di Piala Dunia 2006 di Jerman tak bisa di palingkan dari perannya. sepanjang turnamen itu, the Superman benar-benar menunjukan sebagai Kiper nomor 1 Dunia saat ini karena hanya kebobolan 2 gol, satu gol bunuh diri di semifinal melawan tuan rumah Jerman dan satu gol penalti di final yang di ceploskan oleh Zinedine Zidane. tak salah jika FIFA selaku pihak penyelenggara PD2006 memberikan penghargaan Lev Yashin Award (Penghargaan Untuk Kiper Terbaik di PD).

10.Oliver Kahn
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ3JD5Jqe-iwGl9E2jfVMSRTtHiVnK_pZLxa4pfVSXlYZUjSypB_A6MqtISpEAg1_j6rUObFzhSFusyE6Ph238XLcGCB-ryuSp22DqSt4D5BJnqOMTaAedayxK_cG0eE3KMmTeh4a6V5er/s1600/10.jpg
penjaga gawang Jerman yang bertinggi badan 188 cm dan 86 kali memperkuat negaranya. Ia bermain untuk negaranya (sejak 1995) dan klub Bayern Munich (sejak 1994) dan 429 kali tampil untuk klub tersebut. Dia berjuluk King Kahn atau Kahn, the Titan karena cara bermain sepak bolanya. a juga berpartisipasi di Euro 1996, Euro 2000, dan Euro 2004 serta di Piala Dunia 1994, Piala Dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006. Pada Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2006 ia bukan menjadi kiper utama tapi hanya sebagai kiper pilihan kedua skuad negaranya. Oliver Kahn merupakan salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola di Jerman dan dunia. Ia merupakan kiper yang sangat tangguh, memiliki daya juang yang tinggi dan kepemimpinan yang tegas. Terbukti ia mampu menyabet gelar kiper terbaik dunia versi IFFHS pada tahun 1999, 2000, dan 2002, serta menjadi kapten di Timnas Jerman (2001-2004) dan Bayern Munich (2002-2008).